4.28.2010

navigasi

Navigasi adalah penetuan posisi dan arah perjalanan, baik di medan perjalanan atau di peta. Navigasi terdiri atas navigasi darat, sungai, pantai dan laut, namun yang umum digunakan adalah navigasi darat.



Navigasi darat adalah ilmu yang mempelajari cara seseorang menentukan suatu tempat dan memberikan bayangan medan, baik keadaan permukaan serta bentang alam dari bumi dengan bantuan minimal peta dan kompas. Pekerjaan navigasi darat di lapangan secara mendasar adalah titik awal perjalanan (intersection dan resection), tanda medan, arah kompas, menaksir jarak, orientasi medan dan resection, perubahan kondisi medan dan mengetahui ketinggian suatu tempat.



1. Alat-alat navigasi terdiri dari:

- kompas adalah alat untuk menentukan arah mata angin berdasarkan sifat magnetik kutub bumi. Arah mata angin utama yang bisa ditentukan adalah N (north = utara), S (south = selatan), E (east = timur) dan W (west = barat), serta arah mata angin lainnya yaitu NE (north east = timur laut), SE (south east = Tenggara), SW (south west = barat daya) dan NW (north west = barat laut). Jenis kompas yang umum digunakan adalah kompas sylva, kompas orientasi, dan kompas bidik/prisma.

- altimeter adalah alat untuk menentukan ketinggian suatu tempat berdasarkan perbedaan tekanan udara.

- peta adalah gambaran sebagian/seluruh permukaan bumi dalam bentuk dua dimensi dengan perbandiangan skala tertentu. Jenis-jenis peta terdiri dari peta teknis, peta topografi dan peta ikhtisat/geografi/wilayah. Bagian-bagian peta antara lain judul, nomor, koordinat, skala, kontur, tahun pembuatan, legenda, dan deklinasi magnetis.

- GPS (Global Positioning System) adalah sistem radio-navigasi global yang terdiri dari beberapa satelit dan stasiun bumi. Fungsinya adalah menentukan lokasi, navigasi (menentukan satu lokasi menuju lokasi lain), tracking (memonitor pergerakan seseorang/benda), membuat peta di seluruh permukaan bumi, dan menetukan waktu yang tepat di tempat manapun.



2. Menentukan arah tanpa alat navigasi

Selain mengguanakan alat-alat navigasi, kita juga dapat menggunakan arah mata angin dengan tanda-tanda alam dan buatan, yaitu:

- tanda-tanda alam yaitu matahari, bulan dan rasi bintang

- tanda-tanda buatan yaitu masjid, kuburan dan kompas sendiri dari jarum/silet yang bermagnet dan diletakkan di atas permukaan air

- flora-fauna:

tajuk pohon yang lebih lebat biasanya berada di sebelah barat

lumut-lumutan Parmelia sp. dan Politrichum sp. biasanya hidup lebih baik (lebat) pada bagian barat pohon

tumbuhan pandan hutan biasanya cenderung condong ke arah timur

sarang semut/serangga biasanya terletak di sebelah barat pepohonan
3. Mecegah dan menanggulangi keadaan tersesat

Tersesat adalah hilangnya orientasi, tidak dapat mengetahui posisi yang sebenarnya dan arah yang akan dituju. Hal tersebut biasanya karena berjalan pada malam hari, tidak cukup sering menggunakan peta dan kompas dalam perjalanannya, tidak tahu titik awal pemberangkatan di peta dan melakukan potong kompas. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tersesat antara lain:

- selalu melapor kepada petugas terkait atau orang yang dipercaya mengenai tujuan perjalanan, lamanya dan jumlah anggota yang ikut

- selalu mengingat keadaan sekitar perjalanan berdasarkan kelima indera yang dimiliki

- tetaplah berada pada jalur yang telah ada dengan memberi petunjuk pada tiap persimpangan

- perhatikan obyek yang mencolok seperti mata air, bukit, sungai atau gunung

- pada saat berjalan sekali-kali tengoklah ke arah belakang, ingatlah jalur tersebut jika dilihat dari arah berlawanan

- pelajari dengan benar alat-alat navigasi yang dibawa

- gunakanlah kompas sebelum tersesat

- belajarlah membaca tanda-tanda alam untuk menentukan arah mata angina

- jangan pernah percaya secara penuh kepada orang lain termasuk kepada pemimpin.



Pedoman yang bisa digunakan apabila tersesat adalah S T O P, yaitu:

S = Seating, berhenti dan beristirahat dengan santai, hilangkan kepanikan

T = Thinking,berpikir secara jernih (logis) dalam situasi yang sedang dihadapi

O = Observaton, melakukan pengamatan/observasi medan di lokasi sekitar, kemudian tentukan arah dan tanda-tanda alam yang dapat dimanfaatkan atau yang harus dihindari

P = Planning, buat rencana dan pikirkan konsekuensinya bila anda sudah memutuskan sesuatu yang akan anda lakukan.



Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi keadaan tersesat adalah:

- membuat tempat berlindung (shelter) dari bahaya atau cuaca buruk

- tetap tenang, tidak panik, berpikir jernih dan mencoba ingat jalur perjalanan

- orientasi dapat dipermudah dengan menuju tempat yang tinggi/memanjat pohon

- gunakan kompas dan peta (alat navigasi) atau indikator alam

- buat petunjuk untuk mempermudah orang lain mencari keberadaan kita, misalnya dengan tulisan, peluit, asap, sinar atau berteriak

- tetap bersama-sama dengan kelompok dalam kondisi apapun

- memanfaatkan situasi dengan menunggu bala bantuan, mencari makanan, mencari air dan lainnya

selengkapnya......

Gunung-Gunung di Indonesia - Gunung-Gunung di Indonesia

Bali
Gunung Abang (2.152 m) Gunung Agung (3.142 m)
Gunung Batukau (2.276 m) Gunung Batur (1.717 m)

Gunung Catur (2.098 m) Gunung Sangiang (2.087 m)



Bengkulu
Gunung Bapagat (2.732 m) Gunung Dempo (3.159 m)
Gunung Dingin (2.020 m) Gunung Gadang (2.466 m)
Gunung Patah (2.817 m) Gunung Runcing (2.221 m)
Gunung Seblat (2.883 m) Gunung Tangkitlebak (2.115 m)



DI Aceh
Gunung Abong-abong (3.015 m) Gunung Bandahara (3.030 m)
Gunung Bateekeubeu (2.840 m) Gunung Bateemecica (1.140 m)
Gunung Bumi Geureudong (2.670 m) Gunung Bumi Telong (2.600 m)
Gunung Geureudong (2.590 m) Gunung Leuser (4.446 m)
Gunung Mueajan (3.079 m) Gunung Panet Sagu (3.019 m)
Gunung Panjang (2.023 m) Gunung Perkison (2.532 m)
Gunung Segama (2.015 m) Gunung Sorik Merapi (2.145 m)
Gunung Tangga (2.500 m) Gunung Tinjaulaut (2.105 m)
Gunung Ulumasen (2.390 m)

Jambi
Gunung Sumbing (2.507 m) Gunung Masurai (2.935 m)



Jawa Barat
Gunung Bukittunggul (2.203 m) Gunung Burangrong (2.064 m)
Gunung Cikurai (2.821 m) Gunung Cireme (3.078 m)
Gunung Galunggung (2.168 m) Gunung Gede (2.958 m)
Gunung Guntur (2.249 m) Gunung Kancana (2.182 m)
Gunung Malabar (2.321 m) Gunung Masigit (2.078 m)
Gunung Pangrango (3.019 m) Gunung Papandayan (2.665 m)
Gunung Patuha (2.434 m) Gunung Salak (2.211 m)
Gunung Tangkuban Perahu (2.084 m) Gunung Telaga Bodas (2.201 m)
Gunung Tilu (2.040 m) Gunung Wayang (2.181 m)
Gunung Windu (2.054 m)



Jawa Tengah
Gunung Bismo (2.365 m) Gunung Merapi (2.914 m)
Gunung Merbabu (3.142 m) Gunung Muria (1.602 m)
Gunung Perahu (2.565 m) Gunung Rogojembangan (2.177 m)
Gunung Slamet (3.418 m) Gunung Sumbing (3.371 m)
Gunung Sundoro (3.150 m) Gunung Ungaran (2.050 m)



Jawa Timur
Gunung Anjasmoro (2.282 m) Gunung Argomayang (2.198 m)
Gunung Argopuro (3.088 m) Gunung Arjuna (3.339 m)
Gunung Bromo (2.392 m) Gunung Butak (2.868 m)
Gunung Cemarakuning (2.248 m) Gunung Jambangan (2.482 m)
Gunung Kawi (2.651 m) Gunung Kelud (1.731 m)
Gunung Lawu (3.265 m) Gunung Liman (2.512 m)
Gunung Mahameru/Semeru (3.676 m) Gunung Merapi (2.800 m)
Gunung Raung (3.332 m) Gunung Suket (2.950 m)
Gunung Welirang (3.166 m) Gunung Wilis (2.169 m)

Kalimantan Barat
Gunung Bukitraya (2.278 m)

Kalimantan Timur
Gunung Harun (2.160 m) Gunung Liangpran (2.240 m)

Lampung
Gunung Krakatau (913 m) Gunung Tanggamas (2.102 m)
Maluku
Gunung Binaiya (3.019 m) Gunung Gamalama (2.700 m)
Gunung Kapaladmada (2.429 m) Gunung Laworkawra (4.481 m)
Gunung Legatala (4.241 m) Gunung Nieuwerkerk (4.185 m)
Gunung Serawema (4.355 m) Gunung Sibela (2.111 m)
Gunung Wetar (5.282 m) Gunung Wurlali (4.668 m)



Nusa Tenggara Barat
Gunung Ebulolobo (2.123 m) Gunung Rinjani (3.726 m)
Gunung Kalimutu (1.640 m) Gunung Kondo (2.947 m)
Gunung Nangi (2.330 m) Gunung Tambora (2.851 m)

Gunung Inerie (2.245 m)



Nusa Tenggara Timur
Gunung Batutara (3.750 m) Gunung Keknemo (2.070 m)
Gunung Ranakah (2.400 m)



Papua
Gunung Arfak (2.940 m) Gunung Derabaro (4.150 m)
Gunung Dwikora (4.750 m) Gunung Jaya/Ngapulu (5.030 m)
Gunung Kwoko (3.000 m) Gunung Mandala (4.700 m)
Gunung Redoura (3.083 m) Gunung Togwomeri (2.680 m)
Gunung Trikora (4.750 m) Gunung Yamin (4.595 m)
Gunung Yaramamafaka (3.370 m)



Pulau Sangir

Gunung Api (5.000 m)



Sulawesi Selatan
Gunung Anuan (3.673 m) Gunung Balease (3.016 m)
Gunung Gandadinata (3.074 m) Gunung Kabinturu (2.655 m)
Gunung Kambuno (2.950 m) Gunung Lampobatang (2.871 m)
Gunung Paroreang (2.616 m) Gunung Rantemado (3.445 m)
Gunung Sinajai (2.669 m) Gunung Tolondokalaud (2.884 m)



Sulawesi Tengah
Gunung Butumpu (2.400 m) Gunung Daku (2.304 m)
Gunung Dali (2.253 m) Gunung Dampal (2.304 m)
Gunung Gawalisi (2.023 m) Gunung Gentilomatinan (2.207 m)
Gunung Kulawi (3.311 m) Gunung Lambuno (2.443 m)
Gunung Lompopana (2.480 m) Gunung Lumut (2.234 m)
Gunung Mad (2.552 m) Gunung Malino (2.443 m)
Gunung Maruwali (2.280 m) Gunung Nokilalaki (2.355 m)
Gunung Ogoamas (2.565 m) Gunung Pekawa (2.314 m)
Gunung Rerekautimdu (2.508 m) Gunung Salai (2.040 m)
Gunung Sidole (2.099 m) Gunung Sonjo (3.225 m)
Gunung Tambusisi (2.422 m) Gunung Tanamatua (2.543 m)
Gunung Tinombala (2.183 m) Gunung Towengkeli (2.229 m)
Gunung Tumpu (2.400 m)



Sulawesi Tenggara
Gunung Mengkoka (2.790 m) Gunung Watuwila (2.000 m)



Sulawesi Utara
Gunung Awu (3.330 m) Gunung Boliohutu (2.065 m)
Gunung Colo (2.509 m) Gunung Karangetung (2.700 m)
Gunung Klabat (2.022 m) Gunung Tentolomatinan (2.207 m)



Sumatra Barat
Gunung Gedang (2.050 m) Gunung Kerinci (3.800 m)
Gunung Maitang (2.262 m) Gunung Marapai (2.891 m)
Gunung Ophir (2.191 m) Gunung Pantai Cermin (2.690 m)
Gunung Pasaman (2.900 m) Gunung Singgalang (2.877 m)
Gunung Talakmau (2.912 m) Gunung Talang (2.597 m)
Gunung Tandiket (2.438 m)



Sumatra Selatan
Gunung Besagi (2.232 m)



Sumatra Utara
Gunung Sibayak (2.094 m) Gunung Sibuatan (2.457 m)
Gunung Sihabuhabu (2.300 m) Gunung Sinabung (2.412 m)
Gunung Sipoimcim (2.199 m) Gunung Tampunanjing (2.008 m)
Gunung Kalau (2.171 m)

selengkapnya......

4.21.2010

Cool 3D Logo




bwat bikin 3d di photoshop itu sbnernye gampang banged, hmm… kata tmen2 sih rada susah, tapi ada banyak carana, ke tutorial ini niiii… nyok kita bikin logo bernuansa 3d

siapin canvas 400 x 400 px.

ambil salah satu shape di photoshop. gambar objek na.



COWO BANGET kan ??? gagagaagagakakkkkk :D

transform pake perspektiv …

teken enter.

transform lagi, tapi kali ini khusus tinggina sajah, menjadi 70 %

enter juga

duplikat sekali, geser make panah ke atas. ulangi ampe beberapa kali, jadi keliatan tebel 3d na

klik pada layer teratas, kasi style ke gini:




woke, beralih ke base shape paling dasar. kasi style juga


untuk kesan glossy, kasi gradasi transparent. [CTRL+Click] pada layer shape paling atas, pilih menu Select > Modify > Contract ( 2px )

selengkapnya......